Pro Tools adalah program musik kedua setelah FL Studio
yang Gwe pelajari. Perkenalannya pun nggak sengaja. Jadi Desember 2010
lalu, Gwe dalam proses pindah kerja dari Jakarta ke Semarang. Sebelumnya
di Jakarta Gwe kan belajar keyboard di Sekolah Musik Sincere, salah
satu franchise Sekolah Musik Yamaha. Karena pengin bisa nerusin ke
franchise yang sama, maka Gwe nyari sekolah dengan kurikulum yang sama
di Semarang. Salah satu sekolah musik yang cukup dikenal adalah Sekolah Musik Purnomo
(SMP), di Jalan Pandanaran Semarang. Sewaktu kuliah Gwe pernah belajar
gitar akustik ama Keyboard kurikulum Technic tapi nggak sampai kelar.
Dulu gurunya mas Iik pernah bilang kalau kurikulum keyboard mau beralih
dari Technic ke Yamaha, makanya Gwe maen ke sana. Namun ternyata
sekarang kursus Keyboard di SMP menggunakan kurikulum sendiri. Walaupun
nggak dapet apa yang Gwe pengin, Gwe tertarik dengan penawaran program
kursus baru di sana, yang disebut sebagai Kursus Musik IT (Information Technology).
Konsep pendidikan musik IT ini adalah agar orang dapat menciptakan lagu
sendiri dengan komputer/laptop beserta tambahan alat yang nggak harus
terlalu mahal.
Friday, February 3, 2012
Tuesday, January 31, 2012
Temen Gaul Musik Gwe (Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik Side Story)
Intro:
Nggak hanya belajar musik secara formal/otodidak, Gwe juga sempet bergaul ama orang-orang di bidang musik, meskipun nggak dalam konteks belajar-mengajar.
Nggak hanya belajar musik secara formal/otodidak, Gwe juga sempet bergaul ama orang-orang di bidang musik, meskipun nggak dalam konteks belajar-mengajar.
The Side Story
Wahyu, Astrid A, Astrid B & Friends
Jaman
kuliah, Gwe lagi seneng-senengnya ama musik Jepang, baik J-Pop maupun
J-Rock. Saat itu lagi happening-nya Japanese Wave (J-Wave) kayak
sekarang pada demen Korean Wave (K-Wave). Sampai ada majalah yang
ngebahas kebudayaan Jepang, kayak Animonster (yang masih eksis sampai
sekarang), Anima, dll. Karena saat itu memang banyak anak muda yang
demen budaya populer Jepang kayak manga, anime, tokusatsu, dorama Jepang
dan juga musik dari negeri Sakura itu. Berbagai acara kebudayaan
Jepang, kayak Bunkasai dan Pertunjukkan Musik Jepang diadakan di
berbagai kampus di Semarang, seperti Undip (Universitas Diponegoro)
Udinus, dan juga di tempat laen tergantung kebutuhan, kayak di Taman
Budaya Raden Saleh (TBRS), Auditorium RRI, Gedung Juang 45 (atau apa
namanya Gwe lupa pastinya) di Jalan Pemuda, Semarang. Gwe termasuk yang
menggemari itu. Ya, meskipun yang maen musiknya anak-anak Semarang bukan
dari Jepang asli, hal itu patut untuk diapresiasi. Kita bisa
mengupayakan hal yang kita rasa sama, nikmatin musik yang sama-sama kita
sukai, yang nggak ditayangin di televisi. Di kampus ada temen sehobi,
namanya Wahyu. Selain musik Jepang dia juga suka musik Barat keras kayak
Linkin Park dan Limp Bizkit. Gwe jadi kenal musik metal begini karena
gaul ama Wahyu. Gwe dan wahyu kadang menghadiri acara musik Jepang yang
ada di Semarang, kadang juga Gwe sendiri. Ada adek kelas Gwe di kampus,
yaitu duo Astrid: Astrid A, Astrid B, dan temen-temen mereka yang hobi
Jepang juga. Kita kadang share lagu & video klip Jepang, dan juga
ketemu di pertunjukkan musik Jepang.
Thursday, January 26, 2012
Ngerintis Studio Rekaman Pribadi 2
Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya soal Ngerintis
Studio Rekaman Pribadi atau “Musical Autodidact Series” Part 1. Alat
atau instrument apa aja yang sekiranya diperlukan untuk bikin studio
rekaman pribadi udah pernah Gwe bahas di sini.
Tulisan kali ini adalah kelanjutannya, yaitu lebih ke sejauh mana Gwe
ngegunain alat yang pada tulisan sebelumnya baru pada tahap
persiapan/belum lengkap; dan masalah atau keadaan yang nggak terduga
setelah Gwe terjun memanfaatkan sistem Studio Rekaman Pribadi ini.
Wednesday, January 25, 2012
Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik? (Fase 3)
Ini adalah tulisan sambungan dari Fase 2..
Fase 3: Saat Kerja di Semarang Sampai Sekarang
Setelah SK (Surat Keputusan) Alih Tugas Gwe keluar pada pertengahan
Februari 2011, berarti Gwe udah bisa pindah kerja ke Semarang. Namun
karena masih dibutuhkan di Jakarta maka secara resminya Gwe baru aktif
ada di Semarang pada Mei 2011.
Langkah pertama begitu Gwe alih tugas adalah nyari tempat les
keyboard yang baru. Karena udah kadung belajar di franchise Yamaha dan
biar nggak ngulang dari awal lagi, maka Gwe nyari sekolah mana di
Semarang yang make kurikulum yang sama, dan akhirnya Gwe nemu Sekolah Musik Stanwood, Semarang. Di Stanwood Gwe diajar ama miss Sheila.
Miss Sheila ini sebenernya seumuran ama Gwe, ya lebih senior dia dikit
beberapa bulan, tapi secara skill jauh di atas Gwe. Karena kurikulum
Yamaha baru, Gwe seolah harus mulai belajar lagi dari awal. Sebelumnya
sih sama mas Doyok udah masuk Buku 1, dan dengan miss Sheila gwe tinggal
nerusin aja. Ujian Buku 1 udah Gwe jalanin September 2011 dengan hasil
yang cukup baik. Sekarang ini Gwe udah mulai masuk Buku 2. Untuk kelas
keyboard nantinya bakal ada 3 Buku, dengan Buku 3 sebagai buku terakhir.
Namun belajar musik nggak akan berhenti sampai di sini, karena kelas
lanjutannya adalah belajar Piano. Kabarnya instrument yang akan dipake
bukan lagi Yamaha PSR, tapi piano elektrik Classinova. Dengan miss
Sheila, Gwe juga mendapatkan materi tambahan untuk memperkaya
pengetahuan soal musik dan keyboard, baik dalam wujud teori dan juga
praktek bermain lagu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


