Friday, February 3, 2012

Mengenal Program Untuk Rekaman Lagu Pro Tools

Pro Tools adalah program musik kedua setelah FL Studio yang Gwe pelajari. Perkenalannya pun nggak sengaja. Jadi Desember 2010 lalu, Gwe dalam proses pindah kerja dari Jakarta ke Semarang. Sebelumnya di Jakarta Gwe kan belajar keyboard di Sekolah Musik Sincere, salah satu franchise Sekolah Musik Yamaha. Karena pengin bisa nerusin ke franchise yang sama, maka Gwe nyari sekolah dengan kurikulum yang sama di Semarang. Salah satu sekolah musik yang cukup dikenal adalah Sekolah Musik Purnomo (SMP), di Jalan Pandanaran Semarang. Sewaktu kuliah Gwe pernah belajar gitar akustik ama Keyboard kurikulum Technic tapi nggak sampai kelar. Dulu gurunya mas Iik pernah bilang kalau kurikulum keyboard mau beralih dari Technic ke Yamaha, makanya Gwe maen ke sana. Namun ternyata sekarang kursus Keyboard di SMP menggunakan kurikulum sendiri. Walaupun nggak dapet apa yang Gwe pengin, Gwe tertarik dengan penawaran program kursus baru di sana, yang disebut sebagai Kursus Musik IT (Information Technology). Konsep pendidikan musik IT ini adalah agar orang dapat menciptakan lagu sendiri dengan komputer/laptop beserta tambahan alat yang nggak harus terlalu mahal.

Tuesday, January 31, 2012

Temen Gaul Musik Gwe (Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik Side Story)

Intro:
Nggak hanya belajar musik secara formal/otodidak, Gwe juga sempet bergaul ama orang-orang di bidang musik, meskipun nggak dalam konteks belajar-mengajar.

The Side Story

Wahyu, Astrid A, Astrid B & Friends Jaman kuliah, Gwe lagi seneng-senengnya ama musik Jepang, baik J-Pop maupun J-Rock. Saat itu lagi happening-nya Japanese Wave (J-Wave) kayak sekarang pada demen Korean Wave (K-Wave). Sampai ada majalah yang ngebahas kebudayaan Jepang, kayak Animonster (yang masih eksis sampai sekarang), Anima, dll. Karena saat itu memang banyak anak muda yang demen budaya populer Jepang kayak manga, anime, tokusatsu, dorama Jepang dan juga musik dari negeri Sakura itu. Berbagai acara kebudayaan Jepang, kayak Bunkasai dan Pertunjukkan Musik Jepang diadakan di berbagai kampus di Semarang, seperti Undip (Universitas Diponegoro) Udinus, dan juga di tempat laen tergantung kebutuhan, kayak di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Auditorium RRI, Gedung Juang 45 (atau apa namanya Gwe lupa pastinya) di Jalan Pemuda, Semarang. Gwe termasuk yang menggemari itu. Ya, meskipun yang maen musiknya anak-anak Semarang bukan dari Jepang asli, hal itu patut untuk diapresiasi. Kita bisa mengupayakan hal yang kita rasa sama, nikmatin musik yang sama-sama kita sukai, yang nggak ditayangin di televisi. Di kampus ada temen sehobi, namanya Wahyu. Selain musik Jepang dia juga suka musik Barat keras kayak Linkin Park dan Limp Bizkit. Gwe jadi kenal musik metal begini karena gaul ama Wahyu. Gwe dan wahyu kadang menghadiri acara musik Jepang yang ada di Semarang, kadang juga Gwe sendiri. Ada adek kelas Gwe di kampus, yaitu duo Astrid: Astrid A, Astrid B, dan temen-temen mereka yang hobi Jepang juga. Kita kadang share lagu & video klip Jepang, dan juga ketemu di pertunjukkan musik Jepang.

Thursday, January 26, 2012

Ngerintis Studio Rekaman Pribadi 2

“Musical Autodidact Series” Part 3
Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya soal Ngerintis Studio Rekaman Pribadi atau “Musical Autodidact Series” Part 1.  Alat atau instrument apa aja yang sekiranya diperlukan untuk bikin studio rekaman pribadi udah pernah Gwe bahas di sini.

Tulisan kali ini adalah kelanjutannya, yaitu lebih ke sejauh mana Gwe ngegunain alat yang pada tulisan sebelumnya baru pada tahap persiapan/belum lengkap; dan masalah atau keadaan yang nggak terduga setelah Gwe terjun memanfaatkan sistem Studio Rekaman Pribadi ini.

Wednesday, January 25, 2012

Di Mana dan Dengan Siapa Gwe Belajar Musik? (Fase 3)


Fase 3: Saat Kerja di Semarang Sampai Sekarang
Setelah SK (Surat Keputusan) Alih Tugas Gwe keluar pada pertengahan Februari 2011, berarti Gwe udah bisa pindah kerja ke Semarang. Namun karena masih dibutuhkan di Jakarta maka secara resminya Gwe baru aktif ada di Semarang pada Mei 2011.

Langkah pertama begitu Gwe alih tugas adalah nyari tempat les keyboard yang baru. Karena udah kadung belajar di franchise Yamaha dan biar nggak ngulang dari awal lagi, maka Gwe nyari sekolah mana di Semarang yang make kurikulum yang sama, dan akhirnya Gwe nemu Sekolah Musik Stanwood, Semarang. Di Stanwood Gwe diajar ama miss Sheila. Miss Sheila ini sebenernya seumuran ama Gwe, ya lebih senior dia dikit beberapa bulan, tapi secara skill jauh di atas Gwe. Karena kurikulum Yamaha baru, Gwe seolah harus mulai belajar lagi dari awal. Sebelumnya sih sama mas Doyok udah masuk Buku 1, dan dengan miss Sheila gwe tinggal nerusin aja. Ujian Buku 1 udah Gwe jalanin September 2011 dengan hasil yang cukup baik. Sekarang ini Gwe udah mulai masuk Buku 2. Untuk kelas keyboard nantinya bakal ada 3 Buku, dengan Buku 3 sebagai buku terakhir. Namun belajar musik nggak akan berhenti sampai di sini, karena kelas lanjutannya adalah belajar Piano. Kabarnya instrument yang akan dipake bukan lagi Yamaha PSR, tapi piano elektrik Classinova. Dengan miss Sheila, Gwe juga mendapatkan materi tambahan untuk memperkaya pengetahuan soal musik dan keyboard, baik dalam wujud teori dan juga praktek bermain lagu.